Lokakarya Sistem Penjaminan Mutu BKS PTN Barat 2026 Digelar di ISI Padangpanjang
Institut Seni Indonesia Padangpanjang menjadi tuan rumah pelaksanaan Lokakarya Sistem Penjaminan Mutu Forum Penjaminan Mutu Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Negeri (BKPTN) Wilayah Barat yang berlangsung pada 7–8 Mei 2026. Kegiatan ini mengangkat tema “Implikasi Perolehan Akreditasi Internasional dan Pengembangan Pembelajaran Teknologi Artificial Intelligence”.
Lokakarya tersebut diikuti oleh sebanyak 37 peserta yang berasal dari 19 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di wilayah barat Indonesia. Kegiatan ini menjadi ruang diskusi dan berbagi pengalaman terkait penguatan sistem penjaminan mutu perguruan tinggi, terutama dalam menghadapi tantangan internasionalisasi pendidikan tinggi dan perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam proses pembelajaran.
Acara dibuka langsung oleh Rektor Institut Seni Indonesia Padangpanjang, Dr. Febri Yulika. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa perguruan tinggi saat ini dituntut untuk mampu beradaptasi dengan perubahan global, termasuk dalam aspek akreditasi internasional dan pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran. Menurutnya, sistem penjaminan mutu harus terus dikembangkan agar mampu menjaga kualitas pendidikan tinggi yang relevan dengan perkembangan zaman.
Kegiatan lokakarya menghadirkan dua narasumber utama, yakni Prof. Retno Widowati dari Majelis Akreditasi BAN-PT dan Dr. Aisah Firli dari Telkom University.

Dalam pemaparannya, Prof. Retno menjelaskan pentingnya kesiapan perguruan tinggi dalam memperoleh akreditasi internasional sebagai langkah strategis meningkatkan daya saing institusi di tingkat global. Sementara itu, Dr. Aisah Firli menyoroti pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence dalam mendukung inovasi pembelajaran, termasuk tantangan dan peluang implementasinya di lingkungan perguruan tinggi.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta aktif mengikuti sesi diskusi, pemaparan materi, serta berbagi praktik baik terkait implementasi sistem penjaminan mutu di masing-masing perguruan tinggi. Suasana kegiatan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme, mencerminkan komitmen bersama dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi di Indonesia.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun kolaborasi yang lebih kuat antarperguruan tinggi negeri wilayah barat dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi di era digital dan globalisasi, sekaligus memperkuat budaya mutu di lingkungan akademik (Dab Peyi)









