(Rapat daring Kepala LP3M dengan Ketua Forum Penjamina Mutu Wilayah Barat Prof. Wahyu, 2026)
Padangpanjang — Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang menggelar rapat koordinasi bersama Ketua Forum Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi Wilayah Barat, Prof. Wahyu, dalam rangka membahas berbagai agenda strategis terkait penguatan sistem penjaminan mutu di perguruan tinggi. Pertemuan yang dilaksanakan secara daring tersebut diikuti oleh pimpinan dan tim LP3M ISI Padangpanjang serta sejumlah pengelola penjaminan mutu.
Rapat ini dipimpin oleh Kepala LP3M ISI Padangpanjang, Selvi Kasman, yang membuka diskusi dengan menekankan pentingnya kolaborasi antar perguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi melalui sistem penjaminan mutu yang berkelanjutan. Dalam pertemuan tersebut, Prof. Wahyu selaku Ketua Forum Penjaminan Mutu Wilayah Barat menyampaikan sejumlah agenda penting yang akan menjadi fokus pembahasan dalam kongres forum penjaminan mutu yang akan datang.
Salah satu topik utama yang dibahas adalah mengenai dampak akreditasi internasional bagi program studi yang telah memperoleh pengakuan dari lembaga akreditasi internasional. Dalam diskusi tersebut disampaikan bahwa akreditasi internasional tidak hanya menjadi indikator kualitas akademik, tetapi juga membuka peluang kolaborasi global, peningkatan mobilitas mahasiswa dan dosen, serta penguatan reputasi institusi di tingkat internasional. Namun demikian, program studi yang telah terakreditasi internasional juga dihadapkan pada tantangan untuk menjaga konsistensi mutu dan memenuhi standar global secara berkelanjutan.
Selain itu, rapat juga membahas pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam mendukung sistem penjaminan mutu internal perguruan tinggi. Teknologi AI dinilai memiliki potensi besar untuk membantu proses analisis data mutu, pemantauan kinerja akademik, hingga pengelolaan dokumen akreditasi secara lebih efektif dan efisien. Dengan integrasi teknologi ini, diharapkan sistem penjaminan mutu internal dapat berjalan lebih adaptif, berbasis data, serta mampu merespons dinamika perubahan di dunia pendidikan tinggi.
Agenda penting lainnya yang turut dibahas adalah mekanisme pemilihan Ketua Forum Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi Wilayah Barat. Dalam forum tersebut dibicarakan berbagai opsi mekanisme yang transparan, demokratis, dan partisipatif guna memastikan keberlanjutan kepemimpinan forum yang mampu mengakomodasi kepentingan seluruh anggota. Mekanisme ini nantinya akan dirumuskan lebih lanjut dan dibahas secara resmi dalam kongres forum yang akan datang.
Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan terbangun kesamaan pandangan serta komitmen bersama antar perguruan tinggi dalam memperkuat budaya mutu di lingkungan pendidikan tinggi. Kolaborasi antara forum penjaminan mutu dan institusi pendidikan seperti ISI Padangpanjang diharapkan dapat menghasilkan berbagai inovasi dalam sistem penjaminan mutu yang relevan dengan tantangan era digital.
Rapat berlangsung secara daring dengan berbagai masukan dan gagasan konstruktif dari para peserta. Hasil diskusi ini akan menjadi salah satu bahan penting dalam penyusunan agenda dan rekomendasi pada kongres Forum Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi Wilayah Barat mendatang, yang diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia secara berkelanjutan.








